Senin, 19 September 2016

Perawatan Lovebird Masa Bertelur, Mengerami, dan Telur Menetas

Abdullah Yatmono

Perawatan burung lovebird pada masa bertelur sangatlah mudah. Kita tinggal menyiapkan makanan standart atau makanan pokok dengan makanan tambahan. Saya pribadi ketika merawat lovebird yang sedang bertelur cukup memberikan makanan pokok yakni milet putih dan kanari set dengan takaran 2 banding 1. Kemudian makanan tambahannya saya berikan jagung muda setiap hari dan sayuran sawi putih dua hari sekali serta NutriBird A21.
telur sudah mulai menetas
Tujuan pemberian makanan tambahan seperti jagung muda adalah sebagai tambahan protein agar telur yang dihasilkan nantinya bagus dan bisa menjadi embrio. Memang banyak telur yang tidak sampai jadi embrio akhirnya tidak bisa menetas. Biasanya setelah masa kawin burung lovebird ini 8 hari hingga 10 hari akan bertelur. Saya juga menambahkan NutriBird A21. Selain dijadikan sebagai pakan lovebird lolohan dari umur satu hari sampai bisa makan, NutriBird A21 sangat baik bagi indukan yang sedang bertelur dan mengerami serta meloloh anaknya. Kandungan vitamin dan mineralnya sangat lengkap sekali. Untuk lebih jelasnya baca Pakan Lovebird NutriBird A21. Di dalam diletakan NutriBird A21 yang masih bubuk.

Setelah indukan betina sudah mulai mengerami, kita hentikan dulu makanan tambahan seperti jagung muda. Jadi cukup berikan milet putih dan kanari set dengan takaran dua banding satu. Hal ini juga bisa bertujuan mencegah lovebird nglemak pada bagian dada. Istilah nglemak ini sama halnya dengan kegemukan.

Setelah indukan sudah mengerami 21 hari maka telur akan mulai menetas. Burung lovebird ini memiliki keunikan bawah telurnya tidak selalu menetas bersamaan. Ada yang pada usia 21 hari dierami sudah ada yang menetas atau bisa juga pada usia 25 hari disusul telur lain yang menetas. Banyak pakar lovebird yang mengatakan lovebird mengerami telurnya selama 21 hari hingga 27 hari. Namun ada juga yang mengatakan 21 hari sampai 30 hari. Setelah 30 hari telur tidak menetas, bisa dipastikan telurnya gagal menetas atau istilahnya adalah ZONK alias KUWUK (dalam bahasa jawanya).

0 comments:

Posting Komentar