Senin, 01 Agustus 2016

Kisah Sukses Ternak Kelinci dari Jawa Timur yang Menghasilkan Jutaan Rupiah Perbulan

Abdullah Yatmono

Kisah sukses ternak kelinci – Beliau adalah Bapak Muryanto yang sukses budidaya kelinci di desanya Trawas, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Sebelumnya pak Muryanto bekerja sehari-hari sebagai tukang batu. Selama menjadi tukang batu, beliau memelihara kelinci dalam jumlah yang sedikit. Sambilan pelihara kelinci itu ditekuninya selama tiga tahun. Jadi sudah bisa belajar memahami karakteristik kelinci dan cara mengatasi kelinci yang mau sakit. Setelah sudah cukup memiliki ilmu dan bisa memelihara kelinci. Pak Muryanto menerima pinjaman kelinci sebanyak 50 ekor.

Kisah sukses ternak kelinci
Saat ini kelinci pak Muryanto sudah berkembang menjadi 100 ekor kelinci indukan yang setiap bulannya memiliki omset sebesar dua juta rupiah lebih. Hal ini belum dihitung dari penjualan anakan kelinci tiap minggunya. Beliau mengungkapkan, bawah peluang usaha kelinci yang memerlukan modal sedikit ini memiliki untung yang lumayan besar. Seperti yang kami kutip dari beritajatim.com
Keseharian bapak berusia 42 tahun itu kini fokus beternak kelinci. Saat ini terdapat dua kandang kelinci yang besar di belakang rumahnya. Sebagai perawatan kelinci, setiap pagi beliau harus membersihkan kandang agar kelinci tetap sehat. Sisa makanan hari sebelumnya dibuang habis.

Untuk jenis makanan yang ia pilih adalah pagi hari satu ekor kelinci diberi kaman 1/5 gram pelet dan sore hari diberi makan rumput. Beliau juga mengatakan untuk menghindari rumput yang masih mengandung getah dan rumput yang memiliki duri. Pemberian rumput yang masih bergetah dapat membuat kelinci sakit dan akhirnya mati.
Momen budidaya kelinci yang ia tekuni karena prospek kelinci sangat pas dengan kondisi daerahnya. Daerahnya yang di pegunungan ini banyak penjual sate kelinci sehingga pasaran kelinci masih gampang dan luas.
Selain memelihara kelinci pedaging, beliau juga memelihara kelinci hias seperti rex karpet dan fuzzy loop. Kelinci hias ini beliau jual anakan. Selain pemasaran ke para pedagang sate kelinci, beliau malah didatangi penjual kelinci sebagai kulakan anakan kelinci. Harga anakan kelinci yang ia jual kepada para penjual kelinci dihargai mulai Rp15000 hingga Rp100.000.
Beliau berharap di kecamatan Trawas ini suatu saat menjadi sentra kelinci. Saat ini beliau beserta 39 peternak kelinci lainnya sedang membangun komunitas peternak kelinci. Selain kelincinya yang laku, ternyata kotoran kelinci seperti feses dan urin kelinci juga laku sehingga bisa menambah dana untuk pembelian pelet dan sebagainya. Baca panduan ternak kelinci bagi pemula
Bagaimana ceritanya? Apakah Anda tertarik untuk budidaya kelinci seperti pak Muryanto? Dari cerita tersebut pak Muryanto telah menyelami kelinci selama tiga tahun. Memang ternak kelinci itu gampang-gampang susah. Bagi Anda yang ingin fokus memelihara kelinci, cobalah memelihara dalam skala yang kecil. Misalnya 10 ekor. Selamat mencoba :)

0 comments:

Posting Komentar