Sabtu, 14 Mei 2016

Panduan Cara Menanam Cabe Rawit Lengkap Agar Sukses Panen

Yatmono Alqorni

Cara menanam cabe rawit – Di Indonesia harga cabe rawit sering mengalami lonjakan. Selain itu harga cabe yang relatif stabil dan sedikit mahal. Bagi Anda yang memiliki pekarangan atau tanah di dataran rendah dan datar sangat bagus untuk untuk ditanamai cabe. Tanaman cabe dapat tumbuh subur pada daratan yang rendah sekitar 500 meter dari permukaan air laut.
Usaha budidaya cabe rawit dengan modal yang terbilang kecil namun untungnya sangat besar. Selain itu resiko dari gagal panen juga lebih sedikit. Untuk menghasilkan tanaman cabe rawit yang sukses panennya juga diperlukan perawatan yang bagus. Di dalam artikel ini, saya akan membahas cara budidaya cabe rawit agar panennya bisa sukses. Saya akan membimbing mulai dari cara pemilihan bibit, pengolahan lahan hingga perawatan dan cara memanen yang benar.
 Cara Menanam Cabe Rawit Lengkap
cabe rawit siap panen
1. Pemilihan bibit cabe rawit yang benar
Ada tiga metode dalam pemilihan bibit cabe rawit yang benar. Metode itu adalah dengan pembelian benih cabe rawit di toko pertanian, memilih cabe rawit dari hasil pembelian, dan menggunakan hasil panen cabe rawit yang pernah ditanam sendiri.
1. Memilih bibit dengan pembelian di toko pertanian
Bagi para pemula yang ingin memulai budidaya cabe rawit, saya sarankan untuk membeli bibit cabe rawit yang tersedia di toko pertanian. Mengapa demikian? Alasan yang kuat adalah di bibit di toko pertanian tersebut dari bibit unggul yang siap tanam. Selain itu bagi yang masih mencoba atau pemula tidak ribet karena belum mengetahui dengan detail jenis bibit cabe yang bagus untuk dibudidaya.
Untuk harga satu bungkus beni cabe rawit isi 10 gram kisaran Rp12.000 sampai Rp30.000. Harga ini tergantung dari merek dan keunggulan masing-masing produsen benih.
2. Memilih benih cabe sendiri dari cabe kiloan
Cara ini lebih ekonomis karena kita memilih benih cabe sendiri. Caranya adalah kita membeli cabe satu kilo di pedagang cabe. Pilihlah cabe rawit yang sudah benar-benar matang dan tua. Perhatikan ukurannya juga, jadi pilih cabe rawit yang ukurannya besar. Setelah kita dapatkan, kemudian cabe tersebut di jemur hingga kering. Pisahkan kulit cabe dan biji cabe. Bibit cabe siap kita tanam.
3. Memilih bibit cabe dari hasil tanaman sendiri.
Bagi pemula rasanya tidak mungkin karena pemula yang orang baru menanam cabe. Cara ini bagus bagi yang sudah biasa menaman cabe dan saat itu sedang menanam cabe dan sudah pernah panen. Cara pemilihan benih adalah memilih cabe dari hasil panen yang ketiga atau ke empat. Mengapa demikian? Karena pada panen cabe yang ketiga atau keempat, isi cabe sudah benar-benar terisi atau padat. Pilihlah cabe yang ukurannya besar dan sudah tua. Kemudian cabe dijemur hingga kering dan pisahkan kulit cabe dan biji cabe.
 Cara Menanam Cabe Rawit Lengkap
cara penyemaian bibit cabe rawit yang benar
2. Cara penyemaian beih cabe rawit yang benar
Cara membuat tempat penyemaian adalah campuran tanah dengan kompos atau pupuk organik. Perbandingannya adalah cukup 2 : 1 (2 tanah, 1 kompos). Kedua bahan semaian itu diaduk-aduk dan ditaruh pada tempat yang datar. Diberi atap dari plastik atau yang lainnya agar tidak terkena sinar matahari langsung dan kucuran air hujan.
Siapkan benih cabe. Rendamlah benih cabe pada air biasa selama 6 hingga 8 jam. Tujuannya adalah untuk merangsang pertumbuhan binih cabe.
Sebarkan benih cabe di atas semaian secara merata. Kemudian tutup semaian tersebut dengan sisa tanah semaian. Dalamnya kurang lebih 0,5 cm.
Perawatan semaian
Sirat tempat semaian cabe pada waktu pagi dan sore hari. Agar tidak merusak struktur semaian dan beih cabe, gunakan alat penyiram yang semprotan airnya lebih halus. Kalau tidak bisa menggunakan koran bekas. Jadi bagian atas semaian ditutupi koran bekas kemudian atasnya disiram air.
Benih cabe akan mulai tumbuh pada usia 5 atau 6 hari. Tunggu sampai usia bibit cabe dua minggu. Atau kalau tumbuhnya cepat, jika bibit cabe sudah tumbuh empat atau enam helai sudah bisa dipindahkan ke media tanam.
 Cara Menanam Cabe Rawit Lengkap
cara mengolah tanah untuk tempat penanaman cabe
4. Cara mengolah tanah
Ketika kita sedang menyiapkan untuk tempat semaian, kita juga menyiapkan tanah untuk penanaman nantinya. Jadi ketika semaian kita sudah siap untuk ditanam, tanahnya juga siap ditanami. Cara mengolah tanahnya dengan dicangkul terlebih dahulu. Atau bisa juga dibajak.
Untuk kedalaman tanah cangkulan atau dibajak 30 cm hingga 40 cm. Setelah tanah cangkulan selesai, tanah ditaburi dengan pupuk kandang atau pupuk kompos. Setelah itu biarkan semari kita menunggu semaian bibit cabe jadi. Apabila tanahnya kurang subur, bisa juga ditambahkan pupuk urea dan pupuk KCl.
Ada pilihan, apakah tempat penanaman cabe diberi plastik hitam perak. Namun harga plasti ini relatif mahal. Tujuan dari diberikan plastik hitam perak adalah agar tingkat produktivitas tanaman cabe tinggi dan tanaman pengganggu atau gulma tidak dapat tumbuh.
Buatlah lubang untuk tempat penanaman dengan jarak 50 cm hingga 60 cm. Buat menjadi dua baris dan buat dengan metode zig zag. Tujuan dari metode zig-zag (selang-seling) adalah agar tanaman cabe terkena sinar matahari secara merata dan nantinya tidak saling tumpang tindih dengan yang lainnya.

Cara memindahkan bibit semaian cabe
Jika Anda menggunakan polybag dari tempa semaian, lepaskan plastik semaian terlebih dahulu dan masukan bibit cabe bersama tanah bawaan semaian.
Jika Anda menggunakan semaian tanpa polybag, ambil semaian cabe yang telah siap dengan mengambil tanaman diikutkan tanahanya juga (hampir sama dengan tempat semaian polybag). Masukan ke dalam lubang penanaman cabe bersama tanah dari tempat semaian.
Tujuan dari diikutkannya tanah tempat semaian adalah agar tanaman cabe mudah beradaptasi dan mencegah ada akar yang putus.
penyemprotan cabe rawit dari hama
4. Cara merawat tanaman cabe rawit yang benar
Untuk penyiraman, perhatikan tingkat kelembapan tanah. Jika tanahnya lembab, cukup dilakukan penyiraman dua hari sekali pada waktu pagi dan sore hari. Namun jika tanahnya mudah kering, lakukan penyiraman dua kali sehari pada waktu pagi dan sore hari dengan kadar air yang sedikit saja.
Setelah tanaman cabe daunnya mulai lebah, perhatikan apakah ada hama seperti hama wereng, ulat, dan jamur. Jika ada hama tersebut bisa disemprot dengan obat.
Amati juga ketika tanaman cabe mulai berbunga. Biasanya semut suka mengganggu sehingga bunga tersebut tidak menjadi cabe. Bisa Anda semprot dengan membuat obat semprot organik. Yaitu dengan ekstrak bawang putih yang dicampur dengan air. Jika tidak, Anda bisa membeli obat semprot di toko obat.
Ketika tanaman cabe mulai berbunga atau sudah menjadi cabe yang kecil-kecil. Perlu perawatan yang intensif agar bisa panen yang maksimal. Diantaranya adalah dengan rajin menyiram pada waktu pagi dan sore hari dengan jumlah air yang lebih banyak.
Selalu amati apakah ada hama atau tidak. Jika terliha ada hama, mulai mengambil tindakan dengan menyeprot hama.
Apabila terlihat ketika tanaman cabe mulai berbunga namun terlihat tanamannya kurang subur, bisa dilakukan dengan pemupukan.

5. Cara memanen cabe rawit yang benar
Rabe rawit akan siap panen setelah terlihat matang. Bisa terlihat pada cabenya yang mulai membesar. Tanaman cabe dapat kita panen setelah penanaman cabe kurang lebih 3 bulan. Untuk usia tanaman cabe rawit bisa mencapai dua tahun dengan masa panen sampai 18 kali.
Semakin lama usia cabe sampai 2 tahun, produksi cabe akan menurun. Semakin menurunnya usia cabe ketika usianya sudah 14 bulan. Maka rata-rata para petani cabe mulai mengganti bibit tanaman cabe pada usia 12 bulan hingga 14 bulan.
Setelah cabe sudah terlihat tua, bisa kita panen pada waktu pagi hari dari jam 6 hingga jam 10 pagi. Petik cabe beserta tangkainya.
Ciri-ciri cabe rawit yang berkualitas baik adalah cabe rawit terlihat ramping, mulus, berisi atau padat dengan biji. Jika kriteria tersebut terpenuhi, maka harga cabe rawit bisa mahal dari biasanya. Baca juga Panduan budidaya cabe rawit di polybag

0 comments:

Posting Komentar