Minggu, 10 April 2016

3 Penyakit pada Kelinci yang Sering Muncul dan Cara Penanganannya

Abdullah Yatmono

Penyakit pada kelinci dan penanganannyaSelama memelihara kelinci saya banyak belajar dari pengalaman. Ketika pertama memelihara kelinci langsung membeli 10 ekor, ternyata satu bulan kemudian beberapa kelinci mati karena penyakit. Kemudian 3 bulan kemudian kelinci saya ada yang sakit kulit, kalau dalam bahasa Jawanya adalah buduk. Kalau salah penanganan terus, kelinci bisa banyak yang mati. 
Penyakit pada kelinci dan penanganannya
1. Buduk atau Scabiosis
Mungkin bagi sobat yang iseng memelihara kelinci, kelincinya buduken atau penyakit kulit. Dalam bahasa ilmiahnya penyakit kulit pada kelinci adalah scabiosis. Penyakit ini biasa menyerang kelinci pada bagian telinga, kaki, dan pangkal ekor.
Penyakit pada kelinci dan penanganannya
Penyakit scabiosis disebabkan oleh bakteri ektoparasit sarcoptes scabiei dan bakteri Notoedres cati. Untuk pencegahan harus perhatikan kebersihan kandang. Kandang harus dibersihkan setiap hari ketika akan memberikan makanan. Jadi pagi hari dan sore hari kita bisa membersihkan kandang kelinci baik kotoran yang tidak jatuh dan sisa makanan yang sudah terkena air kencing kelinci harus dibuang.
Selain kebersihan kandang, perlu diperhatikan juga ketika kita memberikan makanan dari rumput atau dedaunan. Hendaknya rumput atau daunnya yang tidak basah atau rumput yang sudah layu dan tidak berair.
Jika sudah ada kelinci yang mengalami scabiosis, harus segera dikarantina dan dijauhkan dari kandang kelinci yang sehat.
Penyakit pada kelinci dan penanganannya
Obat yang ampuh untuk mengatasi penyakit kulit ini adalah WORMECTIN. Cukup suntikan 5 mL Wormectin pada kelinci, bisa pada bagian paha. Cukup sekali saja dan lihat perkembangannya selama tiga hari. Biasanya dalam satu minggu sudah sembuh. Jika tidak ada perubahan dalam 3 atau 4 hari bisa disuntik lagi. insyaAllah kelinci bisa bebas dari scabiosis. Obat ini ada di toko hewan. Kalau beli biasanya sudah sepaket dengan suntikannya.

2. Diare atau Enteritis
Penyakit diare atau Enteritis ini sering dialami oleh kelinci. Penyebabnya adalah bakteri E. Coli. Jadi gejalanya adalah kelinci diare. Tandanya bisa dilihat pada anus kelinci yang kotor dan kotoran kelinci encer dan berwarna kecoklatan.
Untuk mencegah diare pada kelinci, sebaiknya berikan makanan yang tidak mengandung air yang banyak. Misalnya kangkung, kangkung yang masih segar jangan langsung diberikan, sebaiknya kangkung dijemur terlebih dahulu beberapa jam agar layu. Pemberian kol yang segar bisa berakibat demikian. Kemudian pemberian air juga jangan sampai kurang yah. Harus selalu dilihat botol minuman pada kelinci.
Cara merawat dan memelihara kelinci bagi pemula agar kelinci tidak gampang sakit
Kelinci yang sering mengalami diare adalah anakan kelinci. Anakan usia 30 hari hingga 60 hari sangat rawan terkena diare. Jadi harus benar-benar dikontrol pemberian makanannya.
Untuk mengobati diare pada kelinci, saya biasanya memberikan separoh diapet yang diencerkan dengan seperempat gelas. Setalah itu diminumkan pada kelinci dengan menggunakan alat suntik yang dibuang jarumnya dan diminumkan paksa pada kelinci. Seperempat gelas itu diminumkan tiga kali sehari.
Selama diare, berikan makanan yang kering bisa diberikan konsentrat. Kalau tidak ada ya berikan dedaunan yang dijemur terlebih dahulu. Untuk tingkat kesembuhan 50%. Pengalaman saya, kelinci yang mengalami diare sering mati kalau yang masih anakan. Kalau yang sudah dewasa ya kadang bisa disembuhkan.
Kelinci yang mengalami diare sebaiknya dipisahkan atau dikarantina agak jauh dari kandang kelinci lain. Diare itu bisa menular. Misalnya makanan yang terkena kotoran diare kemudian dimakan oleh kelinci lain yang sehat bisa terkena diare juga.

3. Kembung atau Impaction
Ada yang kelincinya mengalami kembung? Apakah bisa bertahan hidup? Kembung atau istilah kerennya itu Impaction adalah perut kelinci membesar akibat lambung kelinci tersumbat. Penyabab kembung pada kelinci adalah asupan air minum yang kurang, rumput yang terlalu basah, dan makanan yang sulit dicerna oleh kelinci.
Penyakit pada kelinci dan penanganannya
Kembung pada kelinci tandanya hampir sama dengan diare. Jadi kotoran pada kelinci tidak berbutir tetapi encer dan lembek. Untuk pengobatannya seperti pada diare. Saya berikan diapet yang diencerkan dan diminumkan secara paksa. Selain itu berikan makanan dari konsentrat. Jika tidak ada konsentrat bisa berikan rumput yang kering atau sudah layu sehingga kandungan airnya sedikit. Untuk menghindari kelinci lain dari tertular, sebaiknya kelinci yang kembung segera dikarantina.
Demikianlah 3 penyakit yang sering dialami oleh kelinci. Bagi pemula wajar kalau tidak bisa menangani demikian. Saya pribadi belajar dari pengalaman dan sharing kepada teman-teman yang sudah lama beternak kelinci.

0 comments:

Posting Komentar